Waktu berakhirnya acara Amprokan Blogger 2010 datang juga.
Menjelang saat ditutupnya acara ini, dilaksanakan pengumuman lomba blog dan foto yang masing-masing dilaksanakan oleh juri kedua lomba tersebut yaitu Mas Antyo Rentjoko atau akrab disapa Paman Tyo dan Mas Budi Putra (untuk lomba blog) dan Mas Wisnu Sakti Dewabroto untuk lomba foto. Total hadiah yang disediakan oleh Pak Walikota Bekasi untuk lomba yang bertema “Aku Cinta Bekasi” ini sungguh menakjubkan (ini mungkin adalah hadiah lomba blog berhadiah uang terbesar hingga saat ini di Indonesia) : Rp 45 juta (Hadiah sudah diserahkan kepada para pemenang dalam upacara resmi HUT Kota Bekasi ke-13, bisa dibaca laporannya disini).
Hadiah Door Prize kemudian diundi untuk mendapatkan sejumlah hadiah antara lain handphone, modem internet, USB Flash Disk, Webcam, Buku dan payung. Setelah itu giliran masing-masing perwakilan komunitas menyampaikan testimoni dan kenang-kenangan khas untuk Panitia.
Pada kesempatan pertama, Komunitas Blogger Surabaya, Tugu Pahlawan (diwakili oleh Mas Novri) memberikan kaos kepada saya yang memiliki bobot sama montoknya

Saya, selaku penasehat BeBlog didampingi Mas Vavai, menerima kenang-kenangan kaos persembahan teman-teman Komunitas Blogger Tugu Pahlawan (TPC) Surabaya
Dikesempatan berikutnya, ada Komunitas Blogger yang baru terbentuk tanggal 23 Desember 2009 dari Bangkalan Madura, Plat-M dan memberikan kenang-kenangan berupa blangkon khas ala Madura yang diserahkan kepada Sekretaris BeBlog, Mas Yulyanto

Perwakilan Komunitas Blogger Bangkalan Madura, Plat M, memberikan kenang-kenangan berupa Topi khas kepada Yulyanto, Sekretaris BeBlog
Sementara itu bingkisan khas dipersembahkan oleh Komunitas Blogger Ponorogo berupa topeng Reyog yang diterima oleh admin BeBlog Mas Irfan

Mas Irfan langsung memakai topeng Reog-nya hasil kenang-kenangan dari Komunitas Blogger Ponorogo didampingi Mas Eko Eshape
Dari Komunitas Blogger Bengawan Solo, juga memberikan kenang-kenangan berupa kaos yang diserahkan oleh Mas Poer kepada BeBlog dan diterima oleh Wakil Ketua BeBlog Mas Eko Eshape didampingi Mas Vavai dan Ratu
Saat menyampaikan Testimoninya, Mas Hery Seputro dari Komunitas Blogger Balikpapan menyatakan sangat terinspirasi dengan kegiatan Amprokan Blogger 2010 di Bekasi. “Kami dari Blogger Balikpapan juga akan mengusahakan kegiatan serupa disana dengan bekerjasama pemerintah setempat dan tentu akan mengundang perwakilan seluruh komunitas blogger”, kata Mas Hery antusias.
Komunitas Blogger Pontianak memberikan kenang-kenangan berupa replika Tugu Khatulistiwa yang diterima langsung oleh Mbak Umi didampingi oleh Mas Komaruddin Ibnu Mikam, Mas Yulyanto.
Komunitas blogger daerah lain yang hadir diundang memberikan testimoninya antara lain adalah dari Komunitas Blogger Karawang, Komunitas Blogger AngingMammiri Makassar, Komunitas Blogger Wongkito Palembang, Komunitas Blogger Palanta Padang, Komunitas Blogger Berbuah (Pekanbaru), Komunitas Blogger Kayuhbambai (Banjarmasin), Komunitas Blogger Ngalam Malang, Komunitas Blogger Depok, Komunitas Blogger Serayu Wonosobo, Komunitas Blogger Bawor Banyumas serta Komunitas Blogger Kojak atau Kopdar Jakarta.
Menjelang acara ditutup, dilaksanakan doa bersama dipimpin oleh Mas Komaruddin Ibnu Mikam dan diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta Amprokan Blogger 2010 yang hadir di hari kedua ini.
Setelah itu, acara ditutup secara resmi tapi informal oleh Wakil Ketua BeBlog Eko Eshape dengan harapan agar kemesraan yang sudah terjalin ini tetap berlanjut dan tahun depan bisa berjumpa lagi di ajang serupa.
SAMPAI KETEMU DI AMPROKAN BLOGGER 2011 !!
SALAM BLOGGER !!
(Selesai)
Seusai Makan Siang dan Sholat Ashar, Acara Seminar sesi kedua Amprokan Blogger 2010 Minggu (7/3) dilanjutkan kembali. Sebelum memasuki acara inti, lebih dulu diperkenalkan gerakan SEBUAI (Sejuta Buku untuk Anak Indonesia) yang merupakan sebuah gerakan sosial untuk mengumpulkan dan menyalurkan buku untuk anak-anak kurang mampu.
Seperti sudah pernah saya tuliskan disini, Gerakan mengumpulkan buku layak guna yang dipelopori oleh seorang karyawati BUMN, Adyanti Rahmarina ini didasari keprihatinan terhadap anak-anak yang tidak sempat mengenyam pendidikan karena terkendala biaya. Adyanti kemudian mencoba menggugah kesadaran teman-temannya di beberapa grup facebook yang diikuti dan aksinya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Beberapa pertemuan dilakukan untuk menggodok visi dan misi gerakan ini sampai akhirnya memilih nama Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia (SEBUAI) sebagai gerakannya.
First Action yang dilakukan oleh mereka dilakukan pada tanggal 13 Februari 2010 yang berhasil mengumpulkan 133 buku. Sasaran pertama mereka adalah untuk membagikan buku-buku ini kepada anak-anak yang tinggal di pinggir kali Hembo, Proyek Bekasi. Tantangan yang mesti dihadapi tidak mudah karena jalur yang hendak dituju baru saja disapu banjir sehingga terendam lumpur tebal. Tapi berkat kegigihan mereka, sumbangan buku dan makanan yang dibawa pun bisa sampai ke tangan anak-anak yang begitu antusias melihat mereka.
Komunitas Blogger Bekasi “menggandeng” SeBuai dalam acara Amprokan Blogger ini dengan mengharapkan para peserta membawa minimal satu buah buku yang akan disumbangkan. Sebelum seminar sesi kedua berlangsung, rekan-rekan dari Sebuai mengedarkan “drop box” untuk diisi buku hasil sumbangan para peserta Amprokan Blogger.
Dengan dipandu oleh Masin “Vavai” Sugianto, Seminar sesi kedua menghadirkan pakar social media Pak Nukman Luthfie dan perwakilan Kabupaten Sragen yang sukses menerapkan E-Goverment, Pak Dwiyanto yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Elektronik Pemkab Sragen.
Pak Nukman “menggebrak” atensi peserta Amprokan dengan gaya presentasi yang kritis dan kocak. Dengan memanfaatkan koneksi internet yang sudah disediakan Telkom sebagai sponsor acara Amprokan Blogger 2010 didalam gedung, Pak Nukman memaparkan sajian materinya dengan memaparkan sejumlah fakta menarik seputar sejauh mana popularitas “Bekasi” dimata search engine google.
“Screen Capture” menunjukkan situs Pemkot Bekasi menempati urutan pertama. Memasuki situs Kota Bekasi, Pak Nukman melancarkan kritik meski dari segi desain sudah bagus namun tampilannya masih “tradisional” dan tipikal website-website pemerintah Indonesia saat ini. Terkesan kaku dan “berjarak”. “Gambar kantor walikota yang megah dan mewah lebih baik diganti saja dengan ciri khas dan keunggulan Kota Bekasi, seperti TPST Bantar Gebang yang sudah menghasilkan listrik sendiri atau “landmark” yang mencirikan citra Kota Bekasi,” ujar CEO PT Virtual Media Nusantara yang bergerak dibidang social media and online marketing strategy ini.
Pak Nukman juga mengingatkan, agar di era komunikasi informasi online yang kian “bergemuruh” seperti saat ini. “Sudah saatnya Pemerintah Kota dan Daerah di Indonesia, masuk ke interaksi social media. Awal yang bagus sudah dirintis bersama Blogger Bekasi melalui kegiatan Amprokan Blogger 2010″, katanya. “Bahkan, jika ada konfrensi pers di kantor Walikota, jangan hanya undang wartawan, tapi undanglah Blogger yang niscaya akan memberikan beragam perspektif. Dari 20 blogger yang diundang bukan tidak mungkin akan menghasilkan 10 tulisan yang berbeda pembahasannya meski topiknya sama. Berita dari wartawan nyaris 99% sama dengan apa yang diutarakan dalam lembar siaran pers. Inilah keunggulan blogger,” tegas Pak Nukman yang disambut tepuk tangan membahana para peserta.
Pak Dwiyanto, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sragen yang mewakili Bupati Sragen Bapak Untung Wiyono yang berhalangan hadir memaparkan presentasi menarik soal penerapan E Goverment di daerahnya.
“Bila ingin menerapkan E Government, hal pertama yang harus ditegakkan adalah komitmen mulai dari petinggi pemerintahan hingga level paling bawah. Komitmen yang tinggi akan memungkinkan implementasinya akan lebih mudah dan terencana,” kata Kepala Pusat Data dan Elektronik Kab.Sragen ini.
“Pada awalnya memang tidak mudah, apalagi tentu saja penerapan ini memerlukan budget anggaran yang relati tinggi serta upaya edukasi kepada masyarakat yang tentu masih belum banyak memiliki kemampuan “melek” teknologi informasi, tapi memang kembali ke soal komitmen tadi, bila tekad dan komitmen yang dicanangkan sudah kuat, maka tak ada hambatan berarti apapun untuk menerapkan ini,” kata Pak Dwiyanto. Dibawah ini saya menyajikan paparan materi Pak Dwiyanto dalam bentuk slide, dan anda bisa mengunduhnya di situs resmi pemerintah kabupaten Sragen.
(Bersambung)

Seminar Interaktif sesi pertama yang menghadirkan Budi Putra, Romi Satria Wahono dan Ahmad Mabruri, dipandu oleh saya sebagai moderator
Di Hari terakhir Amprokan Blogger 2010, Minggu (7/3) para peserta terlihat tetap segar dan bersemangat. Rombongan peserta dari komunitas blogger daerah yang menginap di Asrama Haji Bekasi diangkut dengan satu buah bis ke lokasi acara di aula gedung Pusdiklat Mahkamah Konstitusi Rawa Panjang Bekasi. Di tempat ini, peserta mendapatkan tambahan satu kaos lagi dari sponsor Toa (PT.Elsiscom) yang diletakkan dalam sebuah goodie bag. Kurang lebih 200-an peserta hadir dalam ruang yang sungguh besar dan lega dimana konon aula ini masih baru dan justru baru pertama kali digunakan untuk acara Blogger Bekasi. Wah..sungguh suatu kehormatan luarbiasa.
Dipandu oleh pasangan MC kawakan Blogger Bekasi, yaitu Mas Ipul dan sang istri tercinta, acara seminar yang mengusung tema “E-Government dan Peran Komunitas Blogger” inipun dibuka. Rangkaian kata sambutan mulai dari salah satu sponsor utama acara ini Telkom Indonesia, Ketua Panitia/Ketua Blogger Bekasi dan Walikota Bekasi diwakili oleh Kabag Telematika kantor Walikota Bekasi.
Ibu Nelly (Kabag Telematika Kodya Bekasi yang dapat julukan “bunda”-nya Blogger Bekasi) yang mewakili pihak Pemerintah Kota Bekasi, menyatakan atas nama Pemerintah sangat mendukung kegiatan Amprokan Blogger ini yang memberikan sumbangsih besar berupa pemikiran-pemikiran positif bagi pengembangan wilayah Bekasi, sekaligus ajang ini menjadi sarana terbaik untuk mempromosikan potensi dan keunggulan Bekasi yang pada gilirannya diharapkan meningkatkan citra Kota yang akan merayakan HUT 13 ini secara keseluruhan.
Dalam kata sambutannya, Ketua Panitia Amprokan Blogger 2010 yang juga adalah Ketua Komunitas Blogger Bekasi, Aris Heru Utomo menjelaskan latar belakang pemilihan tema Seminar kali ini. Menurutnya, Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, aktivitas penyampaian informasi menjadi bagian yang sangat vital. Melalui informasi yang dikelola secara cermat dan akurat, publik akan memahami, bahkan memberikan dukungan, ketika suatu kebijakan pembangunan digulirkan.
Demikian pula sebaliknya. Jika informasi yang disampaikan tidak dipahami dan kurang transparan, kekhawatiran akan timbulnya keresahan bahkan gejolak sangat dimungkinkan mengemuka. Menyadari peran dan arti pentingnya informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, kita melihat bahwa salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, adalah menerapkan sistim elektronik government (e-government) atau pemerintahan berbasis eletronik dengan menggunakan teknologi informasi (seperti Wide Area Network, Internet dan mobile computing).
Di Indonesia, inisiatif e-government telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2001 tentang Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika). Dalam instruksi itu dinyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi. E-government wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Administrasi publik adalah salah satu area dimana internet dapat di gunakan untuk menyediakan akses bagi semua masyarakat berupa pelayanan yang mendasar dan menyederhanakan hubungan antar masyarakat dan pemerintah. Interaksi dapat berupa satu arah dengan menyiapkan fasilitas men-download formulir yang dibutuhkan. Selain itu dapat pula dilakukan dua arah dengan mengumpulkan formulir secara online atau pelayanan elektronik penuh berupa pengambilan keputusan dan delivery (pembayaran). Seminar ini, kata Mas Aris yang juga adalah seorang Diplomat di Deplu RI, akan memberikan wacana yang bermanfaat tentang penggunaan E Government yang memberikan keuntungan luas bagi masyarakat.
Sebelum memasuki Seminar sesi pertama, secara mengejutkan Mas Ipul, sang MC berkepala plontos meminta waktu sejenak para peserta untuk menyanyikan lagu Mars Blogger yang dibuatnya secara dadakan.
Ini dia lirik lagunya:
BLOGGER TAK KENAL RINTANGAN
MESKI JALAN PENUH HALANGAN
KAN HILANG DI DALAM HATI YANG RIANG
BLOGGER TAK KENAL RINTANGAN
Mars diatas dinyanyikan dengan penuh semangat oleh hadirin yang hadir di aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi dengan cara bertepuk tangan dua kali diatas kepala lalu memajukan kedua belah tangan kedepan. Pokoknya seru sekali. Suasana mendadak semarak oleh tepuk riuh para blogger yang begitu bersemangat. Sayapun naik ke panggung untuk memandu seminar bagian pertama dengan optimisme membara.
Di atas panggung saya mulai memandu Talkshow yang bertajuk “Green Cyber City dan Peran Komunitas Blogger” yang menghadirkan pembicara Budi Putra (Country Editor Yahoo Indonesia). Romi Satria Wahono (Dosen dan Praktisi IT serta penggagas www.ilmukomputer.com) dan Ahmad Mabruri (staf khusus Menkominfo). Ketika itu Pak Romi terlambat datang ke lokasi acara sehingga acara diteruskan dengan dua pembicara dulu.
Dalam uraiannya, Budi Putra mengungkapkan bahwa untuk menerapkan Cybercity ada 2 hal yang mesti menjadi pemikiran utama yaitu : Edukasi dan Pengalaman. Artinya adalah, upaya sosialisasi secara luas tentang manfaat yang diperoleh dengan keberadaan cybercity melalui edukasi secara intensif merupakan sebuah “pra kondisi” yang kondusif dan melalui pengalaman-pengalaman yang diterapkan dari edukasii itulah, para pengguna bisa terbentuk ruang kesadarannya untuk memanfaatkan fasilitas cybercity yang disediakan secara maksimal.
Lebih lanjut Blogger profesional pertama di Indonesia ini mengungkapkan bahwa pendekatan “Top Down” mesti dilakukan pemerintah terutama untuk membangun E-Government dan Cybercity dimana dukungan Komunitas Blogger menjadi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah untuk mensosialisasikan program tersebut secara lebih luas. “Sinergi antara Pemerintah dan Komunitas Blogger seperti yang diadakan di Bekasi ini, sudah merupakan langkah yang tepat dan ini layak diapresiasi serta komitmen tersebut hendaknya terus diterapkan dalam program-program yang nyata dan tertata,” ujar Budi Putra.

Para Pembicara dan Moderator talkshow sesi pertama bergambar bersama Ketua Blogger Bekasi dan Kabag Telematika Pemkot Bekasi seusai acara
Dalam kesempatan berikutnya, Ahmad Mabruri staf khusus Menkominfo menanggapi soal stigma buruk yang “ditempelkan” pada internet pasca beberapa kasus kejahatan yang terjadi belakangan ini. “Internet itu tidak jahat,”kata Pak Ahmad yang ternyata adalah pembuat akun twitter Menkominfo Pak Tifatul Sembiring ini. “Internet hanyalah perangkat, jadi bila ada kasus kejahatan yang terjadi karena penggunaan perangkat ini, maka jangan internetnya yang disalahkan namun tentu saja sang pelaku sendiri yang sudah memiliki niat jahat dibenaknya. Olehnya itu kita mesti lebih bijak menggunakan perangkat internet untuk keperluan-keperluan yang positif dan mencerahkan,”ungkap Pak Ahmad.
Romi Satria Wahono yang datang beberapa saat kemudian, menampilkan presentasi menarik tentang 20 Gaya Posting di Blog. “Ini pasti tidak “nyambung” dengan tema diskusi kita, tapi yang jelas, ini akan memberikan wawasan baru buat anda semua para blogger tentang memahami 20 Gaya posting di blog,” kata CEO Brainmatics ini antusias.
Acara Talkshow sesi pertama diakhiri dengan pemberian hadiah kuis dan pertanyaan pilihan terbaik ala moderator. Setelah itu kepada para pembicara, Kabag Telematika Ibu Nelly dan Ketua Blogger Bekasi Aris Heru Utomo menyerahkan plakat serta kenang-kenangan kepada para pembicara.
Dibawah ini saya tampilkan slide presentasi Pak Romi yang saya ambil dari posting diblognya.:
(Bersambung)

Para Peserta Amprokan Blogger berfoto bersama Walikota Bekasi H.Mochtar Muhammad seusai acara Sarasehan
Pukul 17.30, Sabtu (6/3), Rombongan Amprokan Blogger akhirnya tiba di Pendopo tepat didepan kediaman Walikota Bekasi. Hidangan snack dan curahan hot spot kecepatan tinggi sudah menyambut kedatangan mereka yang terlihat letih seusai mengunjungi beberapa tempat di Bekasi sejak pagi. Cuaca yang sempat mendung dan gerimis yang sempat turun di Cikarang tadi ternyata tidak “mampir” di Pendopo Walikota.
Para peserta tampak antusias membuka laptop secara lesehan di atas lantai pendopo. Snack yang disediakan panitia juga “diserbu”. Disisi kanan Pendopo dipamerkan produk-produk khas Bekasi dan souvenir oleh UKM yang diasuh oleh Dinas Perdagangan Kodya Bekasi.
Sambil mengunyah lemper dan meneguk air mineral, para peserta lantas berselancar didunia maya sembari menikmati curahan hot spot Telkom–mitra Blogger Bekasi–yang mencapai 20 MB. Panitia memang menggelar kegiatan “Live Blogging Contest” seputar kegiatan anjangsana yang baru saja dilakukan.
“Mumpung internet lagi kuenceng banget, mending update antivirus dan program dulu ah, posting blognya nanti aja kan’ waktunya masih lama, hehehe,” seloroh seorang peserta yang mengaku takjub melihat koneksi internet di Pendopo Walikota yang “ngacir abis” kecepatannya.
Sebagian peserta memilih berselonjor beristirahat sembari ngobrol dengan rekan-rekan blogger yang selama ini dikenalnya hanya lewat dunia maya saja. Ada yang bahkan merebahkan diri di lantai Pendopo dan tertidur pulas. Pokoknya suasana di Pendopo terlihat lebih santai.
Usai menunaikan sholat Maghrib, para peserta Amprokan Blogger 2010 berkumpul di pelataran kediaman Walikota Bekasi Bapak Mochtar Muhammad. Disana, sebuah panggung besar telah disediakan serta meja dan kursi telah diatur rapi. Lampu warna-warni terlihat semarak menyinari panggung.
Ada 3 buah meja panjang menyajikan hidangan makanan lezat ala prasmanan persembahan perusahaan katering terbaik di Kota Bekasi. “Wah, kita benar-benar jadi tamu istimewa nih, makanannya pasti enak,” bisik seorang peserta Amprokan yang sempat mampir ditelinga saya. Sejumlah kursi sudah diisi oleh jajaran Muspida dan para Kepala Dinas se Kotamadya Bekasi. Terlihat pula diantara undangan 3 orang blogger senior Indonesia yaitu Antyo Rentjoko atau akrab dipanggil Paman Tyo, Enda Nasution dan Iman Brotoseno (mantan Ketua Panitia Pesta Blogger 2009).
Acara dibuka dengan penampilan band juara lomba memperingati HUT 13 Kota Bekasi. Lagu-lagu beken masa kini mengalun disela-sela suasana para peserta Amprokan menikmati hidangan makan malam. Setelah beberapa lagu berlalu, giliran Enda Nasution yang mendapat julukan “Presiden”-nya Blogger Indonesia tampil keatas panggung menyampaikan kata sambutannya.
“Saya salut atas penyelenggaraan kegiatan Amprokan Blogger ini karena selain perwakilan peserta yang merupakan representasi blogger seluruh Indonesia datang cukup banyak dari berbagai daerah sehingga Amprokan ini menjelma menjadi “Mini Pesta Blogger”, juga kegiatan ini menunjukkan sikap terbuka Pemerintah Daerah untuk menerima kehadiran blogger sebagai mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan daerahnya, Salut untuk Pemerintah Kota Bekasi,” kata Enda dengan mata berbinar (Video Kata Sambutan Enda Nasution bisa disaksikan di Facebook)
“Acara sarasehan yang diselenggarakan di tempat ini”, lanjut Enda, “merupakan bukti kedekatan antara pemimpin daerah dengan rakyatnya. Layaklah kiranya kediaman Pak Walikota ini dijadikan sebagai “rumah rakyat” tempat kedua unsur penting ini saling berinteraksi satu sama lain”.
Dalam kata sambutannya, Pak Walikota Bekasi H.Mochtar Muhammad mengungkapkan sejumlah kemajuan kota Bekasi dibawah kepemimpinannya yang salah satu indikatornya adalah Pendapatan Aseli Daerah [PAD] Bekasi mencapai Rp 30.4 M per tahunnya. Pak Mochtar menuturkan, Melalui sampah di TPST Sumur Batu Bantar Gebang, kota Bekasi berhasil memproduksi 2 MW listrik yang menerangi 100 KK, dari target 30MW. Selain listrik, kata Pak Mochtar, Pemkot Bekasi juga mengelola sampah menjadi pupuk dengan hasil produksi rata-rata 200 ton per hari. Untuk menggenjot produksi pupuk. Pemkot Bekasi juga membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus memproduksi pupuk. BUMD itu ditargetkan memproduksi 50 ton per hari. Pak Mochtar juga mengungkapkan rencana pembangunan Stadion Olahraga bertaraf Internasional yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2010 tepat di peringatan HUT 13 Kota Bekasi. “Stadion ini akan menjadi stadion kebanggaan kita semua,” tegas Pak Walikota dengan nada bangga.
Usai prosesi sambutan, artis Jelly Tobing tampil “membakar” suasana dengan lagu rock yang dipopulerkan GodBless, “Kehidupan”. Irama yang menghentak seketika menghangatkan malam. Para Blogger tampil berjoged didepan panggung disertai suara hentakan musik yang membahana menembus langit. Belum puas, Jelly dan Grup Band yang dipimpinnya, menyajikan lagu dangdut “Terajana” yang mampu membuat sejumlah blogger melenggak-lenggokkan tubuh mengikuti irama terlebih ketika sang penyanyi ikut turun menemani para blogger berjoged ria. Suasana makin meriah.
Yang paling menarik tentu saja adalah ketika Pak Walikota tampil dengan lagu populernya Naff “Akhirnya Ku Menemukanmu”. Dengan suara baritonnya yang memukau Pak Walikota mendendangkan lagu itu disertai tempik sorak sorai para hadirin. “Gaul sekali ya Walikota Bekasi,” celetuk seorang blogger dengan nada kagum dibelakang saya. Dan memang, walau dengan lenggak-lenggok yang “irit”, kualitas vokal Pak Walikota benar-benar mampu menyaingi sang vokalis grup band NAFF yang mempopulerkan lagu ini.
Kejutan ternyata tidak berhenti sampai disitu. Berikutnya, giliran penyanyi dengan ciri khas lagu Melayu, Iyeth Bustami tampil diatas pentas. Ia menyanyikan lagu andalannya “Laksmana Raja Di Laut” yang sangat populer itu. Kemampuan olah vokal yang menakjubkan dari Iyeth membuat para hadirin terpukau. Belum lagi setelah itu, ia menyanyikan lagu bernuansa Jazz “New York, New York”. Amboii..

Mas Eko memandu diskusi tengah malam bersama Rika Amrikasari dan Jane Shalimar dalam acara Sarasehan Amprokan Blogger
Malam kian larut. Tapi acara belum jua selesai. Justru “kehebohan” baru dimulai. Dibawah pimpinan sang MC yang heboh dan atraktif, Mas Eko Eshape, dimulailah acara “Midnight Talkshow” yang menghadirkan penulis Risa Amrikasari dan seorang artis juga blogger, Jane Shalimar. Dengan piawai Mas Eko membangkitkan minat dan gairah para peserta Amprokan Blogger yang sudah letih karena beranjangsana seharian dengan kemampuan interaksi yang menggugah. Pilihan untuk menempatkan kedua pembicara tidak diatas panggung namun ditengah-tengah para peserta amprokan sungguh cerdas dan berani.
Kehadiran 2 blogger cantik ditengah malam sungguh menyegarkan suasana. Alhasil, “Midnight Talk Show” benar-benar menjadi acara puncak yang sangat berkesan. Mbak Risa membagi pengalamannya ngeblog dan juga menerbitkan buku termasuk mengkoordinasi sejumlah blogger dalam “Rose Heart Writers” untuk menghasilkan buku bertema hukum “Good Lawyer”.
Penulis buku “Especially for You: A Collection of Self Motivation Articles for Tough Women Only (Gramedia, 2009)” ini mengungkapkan bahwa blogger tidak harus menjadi seorang penulis buku, namun blogger yang bisa berhasil menerbitkan buku adalah sebuah nilai tambah tersendiri karena selain segmen pembacanya bisa diperluas dengan pembaca offline juga mempertegas “personal branding” dari blogger yang bersangkutan.
Sementara itu Jane Shalimar yang mengaku masih baru menjadi blogger dan banyak belajar dari Mbak Risa menyatakan bahwa ngeblog baginya merupakan sebuah upaya rekreasi jiwa. Dengan ngeblog Jane mampu mengungkapkan fikiran dan perasaan serta mampu “berdialog” lewat para pembaca di blognya. “Saya selalu bawa laptop selama beraktivitas, jadi bila sedang break shooting, saya bisa berselancar didunia maya dan mengupdate blog,”kata Jane yang disambut tepuk tangan para blogger yang hadir.
Acara “Midnight Talkshow” ini berlangsung meriah karena Mbak Risa sendiri menyediakan hadiah buku dan kaos bagi blogger yang bertanya selama sesi diskusi. Sejumlah peserta Amprokan berhasil meraih hadiah yang disediakan. Tepat pukul 23.45 malam acara berakhir. Sarasehan Blog dan Midnight Talk Show di malam minggu yang cerah menutup hari pertama Amprokan Blogger 2010.
(Bersambung)

Pak Eka Budianta (baju merah) didampingi General Manager Kota Jababeka I Made Suryadharma dan Ketua Blogger Bekasi Aris Heru Utomo dalam pertemuan Amprokan Blogger di Aula Lantai 5 President University Cikarang Bekasi Sabtu (6/3)
Semangat para peserta Amprokan Blogger 2010 tak jua sirna saat Panitia mengumumkan perjalanan berikutnya adalah Kota Jababeka Cikarang yang berjarak lebih kurang 30 km dari Bantar Gebang. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 siang,
Jam makan siang memang sudah lewat. Tapi kekhawatiran itu ditepis oleh salah seorang peserta Amprokan. “Jangan khawatir, perut udah lumayan terganjal nih dapat snack yang nikmat dua kali di UKM Boneka dan di TPST Bantar Gebang,” selorohnya riang. Seorang rekan blogger lainya nyeletuk dari belakang,”tapi tetap aja lapar, gak afdol kalau tidak makan nasi!”, sahutnya kencang.
Bis yang saya tumpangi melaju dengan kecepatan konstan di Jalan Tol Jakarta Cikampek. Sebagian besar peserta di atas bis terlihat mulai lelap tertidur dibuai hembusan sejuk AC bis, beberapa diantaranya terlihat bercakap-cakap satu sama lain.
Singkat cerita, dengan pengawalan mobil polisi Cikarang dan satuan pengawalan Kota Jababeka, sampailah kami di lobi President University Cikarang, Kota Jababeka. Kedatangan kami semua disambut hangat oleh mahasiswa President University dalam bahasa Inggris yang fasih, saya membalas sapaan mereka dengan bahasa Inggris ala kadarnya
. Di area tersebut memang diwajibkan menggunakan bahasa Internasional itu.

Suresh Kumar dari President University menyampaikan presentasi profil President University dihadapan 300 orang peserta Amprokan Blogger 2010
300 orang peserta Amprokan Blogger berkumpul di sebuah aula yang sangat luas di lantai 5 Presiden University. Kami disambut hangat oleh sejumlah petinggi Kota Jababeka yang dipimpin oleh Bapak I Made Suryadharma (General Manager), Bapak Suresh Kumar dan Bapak Munawar Fuad (dari President University) dan Bapak Eka Budianta, seorang sastrawan dan kini dipercayakan untuk menangani pengembangan Botanical Garden Kota Jababeka.
Pihak Kota Jababeka menjamu makan siang untuk seluruh rombongan Amprokan Blogger. Setelah itu Pak Suresh Kumar menyampaikan presentasi soal President University.
Pak Suresh yang keturunan India ini begitu lancar bertutur dalam bahasa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa konsep mendirikan President University pada hakekatnya adalah keinginan untuk menyelaraskan kebutuhan dunia industri yang memilih menempatkan pabriknya di kawasan Jababeka dengan upaya mencerdaskan peserta didik dengan materi-materi yang sesuai dengan perkembangan peradaban dunia saat ini. Pak Suresh mengemukakan pula bahwa di President University, waktu belajarnya untuk mencapai gelar Sarjana sangat singkat. “Berbeda dengan Universitas lain, disini, di President University, Dalam setahun ada 3 semester dengan waktu libur yang tidak panjang, Pendidikan mereka bisa selesai hanya dalam jangka waktu 2,5 tahun” ujar Pak Suresh. “Dengan rentang waktu singkat seperti itu”, lanjutnya lagi, “maka efektifitas belajar bisa dipacu dan alumni Universitas ini bisa segera mengisi kebutuhan tenaga kerja berkualitas di sektor Industri yang sudah menjalin kerjasama dengan kami”. Pre
Di kesempatan selanjutnya, Pak I Made Suryadharma, General Manager Kota Jababeka menyampaikan presentasinya. Dengan gaya memikat, Pak Made menyampaikan bagaimana konsep awal Kota terpadu ini dibangun pada tahun 1989. Prioritas awal membangun kota ini adalah dengan membuka kawasan industri dan jasa niaga. “Kita tidak membangun perumahannya di awal, tetapi menciptakan pemacu roda ekonominya terlebih dahulu dengan membuka lahan untuk kawasan industri/niaga dan mengundang investor asing membuka pabriknya disini”, kisah Pak Made.
Strategi ini menurut Pak Made sangat tepat dan akselerasi perkembangan Kota Jababeka berlangsung begitu cepat seiring pembangunan kawasan ini yang terus tumbuh. Roda perekonomian yang berputar bergegas berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dan pada gilirannya memiliki daya jangkau memadai untuk membeli properti di Jababeka dimana sudah disiapkan oleh pihak pengembang segala fasilitas pendukung mulai dari sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan serta sarana hiburan. Kedepan, Jababeka sudah punya rencana untuk membangun pusat industri kreatif bidang perfilman yakni Movie Land (semacam “Hollywood” ala Indonesia) serta pusat kesehatan Medical Center. Ah, mendengar penjelasan Pak Made, saya jadi merasa sangat beruntung tinggal dan menjadi bagian Kota Hijau Jababeka yang terus tumbuh dan berkembang ini
.
Dibawah ini disajikan video Amprokan Blogger yang dibuat secara memikat oleh salah satu peserta Mas Bani Mustajab. Judulnya menghentak : My Name is Amprokan Blogger dengan prolog adegan Shahrukh Khan dari film “My Name is Khan”, silahkan disimak:
Usai penjelasan Pak Made, giliran Pak Eka Budianta yang menyajikan materi. Dengan uraian yang menyentuh, sastrawan yang konon lahir di Jember dan dibawah pohon sawo serta aktif menulis artikel “hijau” di Majalah Trubus ini menguraikan program-program pengembangan Botanical Garden di Kota Jababeka yang ditanganinya. “Kasihan Indonesia yang memiliki luas area sangat luas dan hanya punya 5 kebun raya, untuk itulah ambisi untuk menjadikan Botanical Garden Kota Jababeka sebagai Kebun Raya tambahan di Indonesia sebagai wujud kepedulian dan aksi nyata untuk melestarikan lingkungan dan kehijauan,” ucap sang “bapak pohon Indonesia” ini bersemangat.
“Kita mesti berterimakasih pada pohon. Tidak hanya karena kita sudah memanfaatkan potensi pohon untuk kemaslahatan kita, umat manusia, tetapi lebih dari itu. Pengetahuan dan kearifan hidup kita bisa ambil mulai dari akar, ranting, dahan, daun dan buahnya. Daun yang gugur adalah refleksi kehidupan manusia. Ia melayang jatuh dari pohon seusai menunaikan tugas mulianya menghasilkan oksigen. Sama halnya seperti kita, manusia, yang kelak akan meninggalkan dunia fana ini. Tak ada yang abadi, namun kita bisa memaknai kehidupan kita didunia ini dengan melakukan hal-hal terbaik bagi diri kita dan masyarakat,” tutur Pak Eka lantang dan sejenak membuat hadirin terpaku diam.
Secara berkelakar, Pak Eka menyatakan, bahwa Tuhan itu sebenarnya bersemayam di pohon. “Bukankah kita selalu memanjatkan doa kepadaNya untuk melengkapi ikhtiar perjuangan hidup yang kita lakukan?. Dan bukankah istilah menaiki pohon adalah “memanjat” pohon? Lantas untuk apa kita memanjatkan do’a?. Tak lain adalah untuk “memohon” segala do’a kita dikabulkan. ,” ujar Pak Eka yang disambut tawa berderai para peserta.
Rombongan Amprokan Blogger kemudian dibawa ke lokasi Botanical Garden Kota Jababeka. Ternyata ada yang istimewa dari kehadiran para blogger disana karena Pak Eka sekalian merayakan ulang tahun kedua Botanical Garden Jababeka yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2010.
Tumpeng dan kue disediakan di area tersebut. Pihak Botanical Garden Jababeka sudah menyiapkan 15 batang pohon untuk ditanam disana dengan perwakilan 15 komunitas blogger seluruh Indonesia. Pohon yang sudah disiapkan antara lain: pohon bintaro ( Cerbera odollam), ketapang (Terminalia catappa), hujan emas (Tabebuea chrysanta), dadap merah (Erythrina variegate), Ki Acret (Sapatodea campanulata), Flamboyan (Delonix regia), daun kupu-kupu (Bauhinia blakeana) dan mahoni (Switenia mahagony).
Dibawah, anda bisa melihat video prosesi ini hasil persembahan dari Mas Bani Mustajab:
Para Blogger sangat bersemangat untuk menanam pohon dan terlihat betapa kebersamaan begitu terasa kental ketika blogger lintas komunitas saling membantu menanam pohon rekan-rekan dari komunitas lain. Dalam pengantar kegiatan ini, Pak Eka mengajak para Blogger Indonesia yang hadir dalam acara Amprokan Blogger 2010 untuk mencintai pohon dan lingkungan dalam rangka mengurangi dampak pemanasan global.

Rombongan Amprokan Blogger menyanyikan lagu "Happy Birthday Pohon" untuk merayakan Ulangtahun kedua Kebun Raya Jababeka Cikarang
Menutup acara di Jababeka, dipimpin oleh Pak Eka, para Blogger menyanyikan lagu “Happy Birthday Pohon” untuk merayakan ulang tahun kedua Kebun Raya Jababeka. Terlihat lucu memang, tapi sangat mengharukan. Para Blogger digugah ruang kesadarannya untuk mencintai pohon dengan cara sederhana namun menyentuh. Saya sempat melirik ada seorang blogger yang menitikkan airmata saat kami semua menyanyikan lagu itu. Seusai aksi potong tumpeng dan pelepasan balon udara para blogger menunaikan “ritual” rutinnya : Foto Bersama !
Sore kian tua, ketika kami semua beranjak kembali ke bis kembali menuju lokasi Pendopo Walikota Bekasi tempat pelaksanaan Live Blogging Contest dan Sarasehan Blog yang diselenggarakan malam harinya di kediaman Pak Mochtar Muhammad, Walikota Bekasi.
Dalam perjalanan pulang saya masih merasakan kehangatan uraian materi Pak Eka soal mencintai lingkungan dan pepohonan, saya teringat sebuah artikel indah yang pernah ditulis beliau (seperti saya kutip dari sini)
Setelah tua nanti, aku ingin seperti para penanam pohon di lereng Gunung Himalaya. Atau seperti petani-petani kurma yang merawat pohon-pohon kecil dan terus menanam kendati sudah mendekati ajalnya. Mengapa?
Apakah pohon-pohon itu tidak bisa melanjutkan hidup dan menjamin berlangsungnya ketrurunan sendiri? Bukankah ombak telah menolong biji-biji ketapang, pandan, kelapa dan aneka tanaman pantai untuk menyeberang dan tumbuh di pulau-pulau lain? Bukankah angin rajin menerbangkan biji-biji dadap dan mahoni sehingga berputar-putar seperti kitiran, menjauh dari pohon induknya? Bukankah juga burung dan kelelawar menyebarkan biji buah-buahan ke berbagai penjuru?
Betul. Aku ingin bersama angin, ombak, dan burung-burung itu menyebarkan berbagai macam pohon. Aku ingin berbakti untuk pohon-pohon kehidupan. Mereka telah menolong manusia menulis sejarahnya. Pohon memberi kami kertas, meja, kursi, dan inspirasi yang tiada habis-habisnya. Sudah pantas bila kita berterima kasih atas hidup ini dengan cara menanam pohon sebanyak-banyaknya, setulus-tulusnya.
Kabarnya pohon adalah juga mahluk yang jujur dan setia. Pohon mangga tidak akan berbuah manggis. Pohon kelapa tidak menipu anak keturunannya. Tiap buah akan diupayakan sama bulatnya, sama matangnya. Mereka tidak berselingkuh dan tidak korupsi. Pohon-pohon itu hidup dalam persaingan ketat. Di dalam tanah mereka berebut hara, di angkasa berebut sinar matahari. Tetapi mereka tidak saling mengkhianati. Mereka polos dan tulus berkembang seirama musim dan karakter pribadi. Tidak bersandiwara. Saling menerima dan saling memberi.
Akhirnya, semoga tiap orang bisa jadi pohon bagi dirinya sendiri. Tumbuh dengan tenteram, disiplin dan gembira di tempat masing-masing. Bekerja dengan rajin siang dan malam sesuai dengan bakat yang diberikan Tuhan. Bersyukur dan memberikan yang terbaik untuk penciptanya maupun untuk mahluk-mahluk lain. Pohon-pohon tercinta telah menghijaukan perasaanku di masa kecil. Kelak setelah meninggalkan dunia yang fana ini, kalau anda berhasil menjadi pohon yang baik dan besar, tentu dapat memberikan manfaat. Mungkin sebagai biola, patung, atau bingkai lukisan yang indah. Sebagai bangku anak sekolah. Atau sebagai dinding kapal besar yang dengan gagah perkasa berlayar di lautan. Menuju pelabuhan abadi.
(Bersambung)
Tidak jauh dari UKM Boneka adalah lokasi kunjungan para peserta Amprokan Blogger berikutnya, yaitu Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu yang letaknya bersebelahan dengan TPA Bantargebang.
Di benak para peserta Amprokan mungkin saja terbersit kesan bakal mengunjungi sebuah daerah yang paling tidak menyenangkan selama acara Amprokan Blogger di Bekasi. Sebuah anggapan yang tidak salah. Tapi setelah tiba disana, sedikit banyak impresi itu bisa berubah. Meski memang, namanya juga tempat pembuangan sampah, baunya masih tetap ada, meski sudah tereduksi secara signifikan.
Disanalah sebuah “sejarah” baru tengah digulirkan. Tak heran jika Wakil Walikota Bekasi Bapak Rahmat Effendy dalam kata sambutannya menyambut kedatangan kami dengan bangga menyatakan bahwa, pada tempat inilah onggokan sampah bisa berubah menjadi berkah.
Di area penimbunan sampah akhir tersebut Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama denga PT Gikoko Kogyo Indonesia menerapkan manajemen persampahan Kota dengan memanfaatkan mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism, atau CDM) melalui pemusnahan Gas Metana.
Harus diakui pembuangan akhir sampah dengan sistem penimbunan secara terbuka menyebabkan pemanasan global dikarenakan Gas Metana (CH4) dari proses anaerobic. Konsekuensi ikutan lainnya adalah dampak langsung maupun tidak langsung bagi penduduk sekitar maupun lingkungan. Atas pertimbangan itulah, Pemerintah Kota Bekasi “menggandeng” mitra PT Gikoko Kogyo untuk mengatasi persoalan ini.
Proyek Pemusnahan Gas Methan di TPA Sumur Batu dilakukan melalui cara teknik penutupan “Entombment Cell” dengan geomembran. Selain menghalangi masuknya air hujan,sehingga dapat mereduksi level air didalam sel, geomembran ini menghalangi pelepasan emisi gas Methana ke udara, sehingga penangkapan gas bisa dilakukan secara optimal. Banyak resiko yang bisa dihindari lewat metode ini seperti kebakaran, polusi udara, dan longsor.
Gas yang “tertangkap” disalurkan melalui sebuah pipa utama menuju tabung pembakaran (burning chamber) lalu dimusnahkan. Sebagian dari gas tersebut digunakan untuk pembangkit listrik yang nantinya digunakan untuk kebutuhan sistem instalasi itu sendiri maupun dijual secara komersial.
Dapat dikatakan bahwa dari TPST Sumur Batu inilah dapat dibangun instalasi PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Seperti dikutip dari Kompas online,
PLTS rencananya akan dikembangkan untuk menghasilkan tenaga listrik 26 MW. Sampah memang tidak berperan langsung menghasilkan listrik, tetapi diproses dulu untuk menghasilkan gas metan yang akan diubah menjadi energi listrik. Mula-mula, sampah-sampah dari TPST Bantar Gebang dikumpulkan dan diolah melalui sebuah proses pengolahan yang disebut control and sanitary landfill, yakni proses penguraian, penutupan, dan pemanasan sampah untuk menghasilkan gas metan. Gas metan yang dihasilkan kemudian akan dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan bakar generator penggerak PLTS. Untuk menghidupkan dan menggerakkan sebuah generator PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) per jam dibutuhkan gas metan hasil olahan dari sekitar 1.000 kubik sampah.
Benefit tambahan juga bisa didapatkan yakni dari kontrol rekaman jumlah Gas Methana yang telah dimusnahkan akan disertifikasi sebagai “Carbon Credit” yang berdasarkan Protokol Kyoto dapat dikompensasi menjadi jumlah uang per ton gas Metan yang dimusnahkan.
Disisi lain, sampah yang ada bisa didaur ulang atau digunakan sebagai kompos/pupuk yang pada gilirannya akan memberikan keuntungan ekonomis. “Kejelian” Pemkot Bekasi menangkap peluang ini patut diapresiasi karena upaya yang dilakukan tidak hanya mengurangi dampak ekologi dari timbunan sampah namun juga dapat menyumbangkan tambahan penghasilan bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi melalui penjualan listrik lewat PLTS, Kredit Karbon, Penjualan Kompos/Pupuk dan Daur Ulang. Tak salah memang apa yang dikatakan oleh Bapak Wakil Walikota : Disinilah Sampah bisa berubah jadi Berkah !
Perjalanan berlanjut menuju ke Kota Jababeka Cikarang..
(bersambung)
Bis yang mengangkut peserta Amprokan Blogger bergerak dari Tugu Bina Bangsa menuju UKM (Usaha Kecil Menengah) Boneka di kawasan Bantar Gebang. Lumayan jauh juga, sekitar 15 km dari lokasi kunjungan pertama.
Kami menyusuri jalan Raya Narogong Bekasi. Sepanjang perjalanan diatas bis-3, dilaksanakan perkenalan para peserta yang dipimpin oleh koordinator bis Bang Komaruddin Ibnu Hikam yang mendapat julukan jawara Bekasi romantis dan juga seorang penulis buku produktif. Keceriaan mewarnai perjalanan kami yang cukup jauh tersebut.
Akhirnya kami memasuki kawasan Bantargebang.
Persiapan sambutan atas kunjungan kami, para peserta Amprokan Blogger 2010 di lokasi UKM (Usaha Kecil Menengah) Boneka yang berada dibawah binaan Deperindag Kota Bekasi, terlihat saat kami menyaksikan sebuah spanduk menyongsong kedatangan kami. Lokasi UKM yang berada ditengah-tengah perkampungan penduduk dengan akses jalan yang kecil tidak menghalangi kedatangan para blogger bertandang kesana. Sejumlah warga disekitar UKM Boneka menyaksikan kami, para blogger –yang mungkin disangka rombongan pejabat karena dikawal oleh mobil polisi bersirene nyaring plus beberapa anggota Satpol PP Bekasi yang ikut menertibkan situasi—berjalan memasuki area diskusi/penyambutan yang di sediakan.
Kami disambut hangat oleh Pak Purnomo Ketua UKM ini yang menjelaskan keberadaan UKM ini merupakan sebuah bukti nyata komitmen untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan. “Produk-produk yang kami siap bersaing dengan produk serupa dari luar negeri, terlebih bila ada dukungan nyata dari masyarakat maupun pemerintah,” ucap Pak Purnomo optimis.
Wakil Walikota Bekasi Bapak Rahmat Effendi yang juga datang menyambut para Blogger dalam kata sambutannya berharap agar dengan kunjungan ini, para Blogger mendapatkan gambaran seputar industri kecil menengah yang merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia yang patut diandalkan.
Kunjungan ini dilanjutkan dengan menyaksikan aktifitas pembuatan Boneka di UKM ini. Saat kembali ke bis seluruh peserta diberikan kenang-kenangan bantal merah muda buatan UKM Boneka berlogo “Amprokan Blogger 2010″. Wow keren!
Berikut foto-foto-nya


Nah..yang terakhir ini adalah Blogger Narsis Romantis, bersama bantal merah mudanya…so sweet.. hehehe
(bersambung)
Sabtu (6/3) pagi yang cerah. Matahari bersinar terang dan langit terlihat cerah. Sungguh ini sebuah berkah tak terhingga dari sang Maha Pencipta untuk memulai kegiatan Amprokan Blogger 2010. 5 Buah Bis berkapasitas 54 orang telah berjejer rapi di halaman depan Asrama Haji Bekasi saat saya dan Mas Eko Eshape tiba dari Cikarang. Saya melirik jam tangan. Masih pukul 08.15 pagi.
Kami lalu bergegas masuk kedalam asrama haji Bekasi. Disana sudah ada Mas Aris Heru Utomo (Ketua Blogger Bekasi sekaligus Ketua Amprokan Blogger 2010), Mas Vavai, Mas Yulyanto, Bang Komaruddin Ibnu Mikam (sang koordinator transport dan akomodasi), Mas Iran ZJ, Mbak Ratu, Mbak Irma, Mbak Mila. Terlihat Mas Yul dan Mas Irfan sedang sibuk melakukan registrasi peserta. Beberapa diantara peserta memang tidak menginap di Asrama Haji. Ada sebagian yang menginap di sanak saudara di Jakarta/Bekasi atau bahkan ada 4 orang Blogger asal Karawang yang secara nekad (tapi mengharukan) berkonvoi naik sepeda motor dari Karawang Timur ke Bekasi (kurang lebih berjarak 40 km). Deni, salah satu blogger Karawang, mengaku sangat senang datang ke Amprokan Blogger. “Dengan semangat silaturrahmi para blogger, kami semua siap menempuh perjalanan jauh sekalipun”, katanya penuh semangat.
Sebelum bis berangkat, ibu Nelly (Kabag Telematika Pemkot Bekasi) –yang juga “dinobatkan” jadi bunda blogger bekasi–datang bersama sejumlah staffnya dengan seragam khas berupa kaos abu-abu. “Bagaimana persiapannya? Sudah siap semua kan’?,” sapa Ibu Nelly hangat. Mas Aris lalu menjelaskan persiapan pemberangkatan.
Blogger yang baru tiba langsung melakukan registrasi di halaman depan Asrama Haji Bekasi. Mereka mendapatkan Kaos Amprokan Blogger 2010 (persembahan Telkom Speedy), Name Tag dan Pin Blogger Bekasi.
Menjelang pukul 09.00 bis sudah siap diberangkatkan ke lokasi pertama kunjungan : Tugu Bina Bangsa. Para peserta bisa melihat nomor bis yang akan diikuti dengan melihat pada Name Tag masing-masing untuk nomor bis yang akan diikutinya. Dan sebagaimana lazimnya para blogger, sebelum berangkat “wajib hukum”-nya berfoto bersama dulu.
Saya sendiri naik di bis 3 bersama-sama panitia lain yakni ;Mas Yul, Bang Komar, Mbak Ajeng dan Mbak Mira. Bis melaju tenang menuju arah keluar Asrama Haji.
Paling depan rombongan bis kami, sebuah mobil polisi dengan sirene meraung-raung mengawal kami. “Luar biasa , Ini baru pertama kali terjadi!,” seru seorang blogger sambil geleng-geleng kepala keheranan. “Kita semua yang hanya seorang blogger biasa, bukan selebriti maupun pejabat atau orang penting, dikawal secara istimewa oleh Polisi. Ini sebentuk penghargaan luar biasa buat Blogger. Keren !. I Betul-betul sejarah yang indah,”ucapnya antusias.
Kami menuju lokasi pertama Tugu Bina Bangsa. Hanya kurang dari 15 menit, kami sudah tiba di lokasi yang bersebelahan letaknya dengan Gelanggang Olahraga Bekasi itu yang konon akan dibangun stadion Olahraga bertaraf Internasional senilai Rp 200 M dan akan selesai tahun 2013.
Tugu Bina Bangsa yang berlokasi di bumi perkemahan Bina Bangsa ini dan dikelilingi oleh pepohonan rindang dan sejuk. Sebuah prasasti kusam berada dibagian depan bertuliskan penggalan bait-bait puisi menggetarkan karya pujangga besar Indonesia, Chairil Anwar berjudul “Krawang Bekasi”.
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Tugu ini memang menggambarkan perjuangan gigih para pejuang Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dan puisi Chairil Anwar merupakan representasi semangat dan perjuangan rakyat mengusir penjajah. Sayang sekali, prasasati yang kusam ini kurang terawat. Tulisan-tulisannya tak terlihat jelas. Kedepan, mudah-mudahan ada upaya Pemkot Bekasi untuk membenahinya.
Bang Komar bertindak sebagai “pemandu wisata” menjelaskan secara rinci mengenai sejarah keberadaan tugu ini.
Terdapat lima buah pilar besar ditengah kolam, yang menggambarkan 5 Sila dari Pancasila. Konon, bila kondisinya bagus, maka akan memancar 17 air mancur yang merefleksikan tanggal hari ulang tahun Republik Indonesia, 17 Agustus.
Tugu ini memiliki arti penting sebagai sebuah monumen berharga untuk senantiasa mengingat jasa para pahlawan kita yang telah gugur demi membela kemerdekaan.
Usai acara kunjungan singkat ini, dilanjutkan dengan foto bersama para blogger didepan tugu, kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju UKM Boneka di Bantar Gebang.

Para Panitia Amprokan Blogger 2010 usai acara di Hari Terakhir (7/3) di aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi Bekasi
KETIKA pertama kali “ditantang” oleh Walikota Bekasi H.Mochtar Muhammad untuk menggelar kegiatan temu blogger berskala nasional terkait dengan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ketigabelas dalam ajang Kopdar bareng pucuk pimpinan wilayah Kota Bekasi bulan Januari silam, sempat terbersit keraguan dan kekhawatiran di hati kami semua para pengurus Blogger Bekasi atau BeBlog.
Bukan apa-apa, “tantangan” ini sungguh “menggoda” tapi sekaligus membuat hati ketar-ketir, karena mengingat Komunitas Blogger Bekasi yang baru saja lahir 3 bulan sebelumnya ini (resmi diluncurkan tanggal 17 Oktober 2009) dimana tentu saja dari segi sumber daya dan kemampuan interaksi bersama komunitas blogger lainnya di Indonesia masih terbatas. Belum lagi jangka waktu tinggal sebulan lebih untuk persiapan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional itu.
Tapi gagasan Pak Walikota itu kian mengkristal dan memantikkan api keinginan dihati kami semua untuk berupaya mewujudkan “mission imposible” ini. Tantangan tersebut akhirnya dijawab : Ya, kami bisa dan pasti bisa!. Jaminan dukungan (baik finansial maupun non financial) Pemkot Bekasi untuk penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi salah satu dasar untuk tetap bersemangat menjalankan kegiatan ini.
Dan demikianlah, bagaikan tim Tom Cruise dalam film “Mission Impossible”, kamipun beraksi secara cepat, taktis dan efisien. Ibaratnya kami sudah berada dalam posisi “Point of No Return”. Pokoknya mesti jalan terus, apapun yang terjadi. Persiapan konsep penyelenggaraan dimatangkan lewat meeting online di mailing list dan meeting offline mulai intens dilaksanakan. Adalah Kang Masim “Vavai” Sugianto admin portal Blogger Bekasi yang merupakan warga asli Bekasi melontarkan ide menamakan ajang pertemuan ini sebagai “Amprokan”, yang berasal dari kata “Amprok” atau Pertemuan. Momentum Amprokan Blogger yang merupakan hasil sinergi strategis dan dashyat antara Pemerintah Kota Bekasi dan Blogger Bekasi untuk memeriahkan HUT-13 Kota Bekasi sekaligus juga menjadi sebentuk promosi Bekasi di dunia maya.
Konsep acaranya sendiri dibuat “beda” dengan penyelenggaraan acara serupa seperti ajang Pesta Blogger. Anjangsana atau Kunjungan Blogger ke sejumlah fasilitas sejarah dan budaya, pemberdayaan sosial dan ekonomi, pengembangan kota dan komitmen pelestarian lingkungan, misalnya, menjadi aksentuasi utamanya serta ciri khas kegiatan ini. Implementasinya seperti kunjungan ke tugu Bina Bangsa, UKM Boneka Bantargebang, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu dan Kawasan Kota Jababeka. Diharapkan para blogger yang hadir dapat mengungkapkan pemikiran, data dan fakta dari apa yang sudah diperoleh dan menjadi bekal berharga sntuk menapak kedepan.
Dengan mendayagunakan segala potensi kepanitiaan yang ada, termasukmerekrut sejumlah kawan blogger bekasi lainnya baik yang pernah mengikuti Blogshop bersama Blogger Bekasi maupun tidak, tahapan persiapan penyelenggaraanpun dimulai. Pembagian tugas dijalankan. Mulai dari persiapan situs www.temublogger.com hingga hal-hal yang nyaris terabaikan lainnya. Syukurlah dukungan Pemkot Bekasi cukup berperan, tidak hanya karena Walikota dan wakilnya juga adalah seorang Blogger, namun juga sebuah komitmen besar mengangkat citra Bekasi lebih bagus lagi lewat interaksi di Cybermedia.
Telkom Indonesia, yang di bulan Desember 2009 lalu sudah menandatangani perjanjian kerjasama konstruktif juga siap membantu kegiatan ini. Selain menyediakan hadiah merchandise (Goodie bag, 300 kaos peserta dan panitia) juga menyiapkan jaringan Hot Spot di tiga lokasi penting penyelenggaraan Amprokan Blogger masing-masing di Asrama Haji Bekasi, Pendopo Walikota Bekasi hingga aula Pusdiklat Mahkamah Konstitusi. Sejumlah sponsor lain ikut mendukung kegiatan yang memang sudah disiapkan tanpa perlu memungut ticket atau iuran apapun ini. Semua Gratis bahkan pihak BeBlog menyiapkan dana penggantian Transport bagi peserta diluar wilayah Bekasi berdasarkan proporsi letak wilayah geografisnya.
Jum’at Tanggal 5 Maret 2010. para peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan. Malam itu Panitia sudah menyiapkan 4 kamar (berkapasitas 10 tempat tidur) yang datang lebih dulu. Peserta dari Pontianak, Makassar, serta Solo tiba lebih dulu, lalu menyusul peserta dari komunitas daerah lain seperti Solo, Bangkalan Madura, Surabaya, Mojokerto dan Malang. Keakraban antar sesama blogger terjalin spontan. Interaksi ini sangat membahagiakan serta sungguh membuat Para Panitia kian terpacu untuk berbuat lebih baik demi Amprokan Blogger
(bersambung…)

Mempersiapkan perhelatan Temu Blogger membuat aku harus hiatus sejenak dari ngeBlog karena mau tidak mau konsentrasi musti total dalam membuat acara Temu Blogger ini sukses meskipun tidak sehebat Pesta Blogger. Beberapa kali menghadiri Kopdar pertemuan para Blogger menjadikan persahabatan semakin kukuh dan tentu saja sangatlah ingin mengajak mereka untuk hadir dan berpartisipasi dalam suksesnya acara Temu Blogger kali ini. Ternyata kekuatan Komunitas menjadikan blogger semakin memberikan warna lain dalam dunia blogsphere karena kekuatan bahu membahu sangatlah nyata.
Tentu saja ucap terima kasih yang sedalam dalam atas kehadiran teman teman perwakilan Blogger ‘daerah’ sehingga acara ini bisa berlangsung lebih meriah karena kalian. Kita bersatu karena persamaan dalam berekspresi dan tidaklah membuat kita menjadi sombong karena menjadi seleb Blog tapi kita tetap menjadi insan yang rendah hati dalam kebersamaan. Mungkin karena selama ini kesempatan untuk Kopdar baru seputar Pulau Jawa maka sayapun menjura kepada Komunitas Blogger dari ujung pulau Jawa yaitu Komunitas terbaru Plat M, Komunitas Blogger Surabaya TPC, Komunitas Blogger Mojokerto, Komunitas Blogger Malang, Komunitas Blogger Ponorogo, Komunitas Blogger Bengawan, Komunitas Jogloabang, Komunitas Blogger Karanganyar, Komunitas Blogger Serayu Wonosobo, Komunitas Blogger Magelang, Komunitas Blogger Banyumas, Komunitas Blogger Cirebon, Komunitas Blogger Bandung hingga Komunitas Blogger Kerawang.
Begitu pula kehadiran teman dari Sumatera, Kalimantan Sulawesi merupakan suatu sinergi indah yang tidak akan terlupakan. Salam persahabatan selalu untuk Komunitas Blogger Palembang Wong Kito, Komunitas Blogger Padang, Komunitas Blogger PakanBaru, Komunitas Blogger Pontianak, Komunitas Blogger Balikpapan, Komunitas Blogger Banjarmasin kayuhbaimbai dan Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri. Kalian semua memang hebat yang dengan penuh kesabaran telah mengikuti acara demi acara tanpa rasa lelah dan jenuh.

Special thanks to sahabatku Risa Amrikasari yang telah dengan kesabaran menunggu acara talkshow yang diluar rencana. I know you well vie . . tapi malam itu kamu begitu matang sehingga tak kulihat sedikitpun emosi di wajahmu, bahkan mungkin aku yang emosi. And you know Srikandi itu bukan sekedar lebay malam itu kamu memang menjadi seorang Srikandi Blogger. Mas Dwi yang memang penuh kesabaran mengawal sahabatku, mas mohon maaf kalau harus molor hingga midnight dan tentu saja makasih banget meluangkan waktunya untuk hadir. Jane Shalimar thanks atas waktunya meski jauh jauh dari Padang langsung menuju acara Sarasehan Temu Blogger. Dimas Enda Nasution I am really sorry atas perubahan protokoler yang memangkas waktu semoga dilain waktu nggak kapok.
Untuk para pembicara seminar yang sangat luar biasa . . appreciate to mas Budi Putra, Menteri menkoinfo (berhalangan hadir dan digantikan oleh staf ahlinya), dan mas Romi Satria Wahono serta sesi kedua mas Nukman Luthfie dan mas Dwiyanto makasih untuk sharing ilmunya demi suksesnya Temu Blogger.

Marah, lelah, capek, kecewa menjadi satu akan tetapi seketika juga hilang karena ada kekasih hati yang selalu mendampingi. Fayyas Ahmadullah kekasihku tanpamu mungkin aku sudah limbung, tanpa supportmu mungkin aku sudah ambruk, tapi dengan kekuatan yang kau tanamkan maka aku bisa tegar. Menikmati santap malam Kepiting kesukaan kita berdua . . menemanimu belanja beli Netbook adalah hal terindah yang mungkin jarang kita nikmati berdua.