Amprokan Blogger 2011 (3): Sosialisasi Kegiatan Blogger & Konsep Etika Online


[S]eusai makan siang sembari dihiburan ‘Angklung Orchestra” dari SMK Banisaleh, para peserta Amprokan Blogger 2011 kembali mengikuti sesi berikutnya yang kali ini diisi oleh sosialisasi kegiatan acara blogger antara lain dari Blogger ASEAN diwakili oleh Presidan ASEAN Blogger chapter Indonesia, Iman Brotoseno, Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) diwakili oleh sang ketua Indriyanto Banyumurti, Blogger Nusantara diwakili oleh salah seorang Steering Committee, Suryaden serta Donny BU aktifis ICT Watch yang getol menyuarakan internet sehat yang melakukan sosialisasi Dokumen Tebet tentang”Etika Online” yang digagas bersama sejumlah perwakilan komunitas internet (termasuk komunitas blogger) sehari sebelumnya.

Sesi Sosialisasi ini merupakan salah satu komitmen penyelenggara Amprokan Blogger untuk menggandeng “warna-warni” komunitas blogger dan aktifitas online yang bertujuan memberikan wawasan serta pemahaman lebih luas tentang kegiatan-kegiatan konstruktif berbasis blogger yang telah dan akan dilaksanakan dimasa datang. Blogger ASEAN misalnya berencana akan melaksanakan kegiatan Roadshow ke Bali bulan November nanti yang dikaitkan dengan KTT ASEAN disana, sementara itu Blogger Nusantara akan menggelar kegiatan akhir Oktober tepat saat peringatan Hari Blogger Nasional di Sidoarjo. Relawan TIK juga berusaha memperluas peran dan kiprahnya untuk memberikan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat di bidang TIK dengan menggalang kerjasama dengan berbagai aktifis online di seluruh daerah di Indonesia, seperti visi dan misinya. Dipandu oleh salah satu Srikandi Blogger handal dari Bekasi yang juga adalah seorang dokter, mbak Ajeng, sesi ini berjalan sangat memikat.,

Yang menarik adalah uraian Donny BU tentang sosialisasi “Dokumen Tebet” yang berisi konsep tentang acuan “Etika Online” yang digodok bersama-sama sejumlah aktifis online serta komunitas Blogger di hotel Harris Tebet sehari sebelumnya. Dokumen itu berisi:

ACUAN ETIKA ONLINE INDONESIA

Bahwa kegiatan penggunaan Internet dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola dan mendistribusikan banyak informasi yang positif dan bermanfaat bagi individu maupun masyarakat luas.

Bahwa kegiatan penggunaan Internet ternyata membuka peluang bagi diri sendiri terkena dampak negatif ataupun menghadapi perkara dari pihak lain yang dirugikan atau merasa dirugikan.

Bahwa dampak negatif ataupun perkara yang timbul akibat penggunaan Internet, dalam batas-batas tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah, namun seseorang tetap dapat terkena konsekuensi hukum secara perdata dan/atau pidana.

Untuk itu maka kami, atas nama perwakilan organisasi/komunitas berjejaring (network society) dari berbagai kota di Indonesia bersepakat menyerukan kepada seluruh masyarakat luas pada umumnya dan pengguna Internet pada khususnya, agar bijak dalam pengunaan Internet.

Untuk itu pula maka kami secara bersama telah merumuskan acuan etika online(menggunakan Internet) yang bersifat konsep umum, tidak mengikat, bebas diadopsi siapapun dan diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing, yang berbunyi:

Siapapun tanpa terkecuali, ketika online (menggunakan Internet), harus menjunjung tinggi dan menghormati:

  • nilai kemanusiaan

 

  • kebebasan berekspresi

 

  • perbedaan dan keragaman

 

  • keterbukaan dan kejujuran,

 

  • hak individu atau lembaga

 

  • hasil karya pihak lain

 

  • norma masyarakat

 

  • tanggung-jawab

 

Konsep ini, ungkap Donny merupakan upaya untuk merangkum pendapat, dari, untuk dan oleh penggiat online mencakup bagaimana “ber-etika-online” di dunia maya: Selain dari blogger Bekasi (diwakili oleh mbak Ajeng) hadir pula dalam “Focus Group Discussion” tersebut perwakilan dari komunitas blogger Bertuah Palembang, Wongkito Pekanbaru,Sumut Medan, Beleter Pontianak, Arumbai Ambon, Ambon BergerakFlobamora Ende Flores, AnggingMammiri Makassar, Bali Blogger Denpasar, Plat-M Madura, TPCSurabaya, Angkringan Jogja, Joglo Abang Jogja, Bengawan SoloLoenpia Semarang,dotS Semarang, Ngalam Malang, CommonRoom BandungBlogVaganza Bandung,Blogor Bogor, dBlogger Depok, Blogger BekasiObrolan Langsat dan Akademi BerbagiJakarta.Selain itu akan ada pula perwakilan dari JalinMerapiKarya Tuna Netra,KasKusRelawan-TIKKomunitas Detik, Yayasan Air Putih, Yayasan Satu Dunia, Yayasan Wiki Indonesia, Komunitas Arus PelangiInternet SehatidBlogNetwork dan gerakan Jangan Bugil Depan Kamera (JBDK).


Acara berikutnya adalah Sosialisasi dan pengenalan produk dari sponsor utama kegiatan ini yaitu dari Indosat dan PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia). Pak Kristanto mewakili Indosat dengan wajah berbinar menyatakan bahwa Indosat–sebagai provider telekomunikasi terdepan di Indonesia–memiliki komitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan Blogger Indonesia. “Indosat adalah sahabat blogger Indonesia. Setelah mendukung kegiatan Amprokan Blogger Bekasi, Indosat akan menjadi mitra dalam acara Blogger Nusantara di Sidoarjo. Ini menunjukkan komitmen kuat kami memberikan kontribusi terbaik serta turut mendukung upaya-upaya konstruktif blogger Indonesia memberdayakan potensi internet di Indonesia”, demikian ungkap pak Kris yang juga menjabat Division Head online & Sosial Media di Indosat ini.

Pada kesempatan selanjutnya, Pak Sigit dari PANDI memberikan pencerahan kepada para blogger Indonesia mengenai penggunaan nama domain Indonesia. “Blogger bisa menggunakan domain “web.id” untuk memperkuat branding personalnya sekaligus mewujudkan rasa nasionalisme dengan menggunakan domain khas ala Indonesia,”ujar Pak Sigit. Sesi yang dipandu oleh Umi Kamillah dari Blogger Bekasi ini berlangsung seru dan menarik.

(bersambung)